SEMINAR “Keterampilan Berpikir Kreatif”
Filed under: Workshop Gratis — teachersguide @ 8:38 AM
Tags: kreatif, pelatihan guru, seminar guru, training guru, workshop guru
http://teacherresou rcescenter. wordpress. com/2009/ 03/30/seminar- %e2%80%9cketeram pilan-berpikir- kreatif%e2% 80%9d/#more- 96
MATERI
►Selain kemampuan berpikir logis dan sistematis, tuntunan zaman
sekarang juga meminta para praktisi pendidikan untuk menumbuhkan
keterampilan berpikir kreatif dalam lingkungan belajar. Dalam TC kali
ini, prinsip-prinsip dan contoh bagaimana mengembangkan keterampilan
ini dalam konteks sehari-hari di sekolah akan dibahas dan
didiskusikan.
NARASUMBER
►Kayee Man dari CREDO.
WAKTU&TEMPAT
►Kamis 2 April 2009 jam 12.30 – 17.00 wib di Sekolah Yakobus Rg. Kesenian Lt.7,
Jl. Pegangsaan Dua KM.3,5 , Kelapa Gading, Jakarta Utara.
PENDAFTARAN& INFORMASI
► ProVisi Education
021-5661017 ext. 103 (Sdr.Saiful)
ext.104 (sdr. Robbi)
Fax.56963763.
INVESTASI
►Tidak dikenakan biaya
29 Maret 2009
24 Maret 2009
Lomba Tulis Artikel Pustaka Nasional Cita Perpustakaan Indonesia
Dari milis sebelah...
LOMBA TULIS ARTIKEL PUSTAKA NASIONAL
CITA PERPUSTAKAAN INDONESIA
http://www.teratama.com/lomba/
KEGIATAN
Dalam rangka Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Membaca
Nasional, Teratama Technology System bersama :
- Dinas Pendidikan Propinsi DIY
- Badan Perpustakaan dan
- Arsip Daerah Propinsi DIY
- Ikatan Pustakawan Indonesia – IPI Propinsi DIY
- Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca – GPMB Indonesia
- Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi – FPPTI DIY
- Forum Perpustakaan Sekolah Indonesia – FPSI DIY
- BAPUSDA Kabupaten Bantul
- Tokoh Pustakawan Senior
menyelenggarakan LOMBA TULIS ARTIKEL NASIONAL 2009 dengan topik pilihan:
- Perpustakaan Ideal
- Membangun masyarakat cinta perpustakaan
WAKTU PELAKSANAAN
Waktu pengumpulan naskah
artikel: tanggal 15 Februari 2009
sampai 30 September 2009
Waktu pengumuman hasil
lomba: tanggal 17 November 2009.*)jika
diperlukan sewaktu2 panitia akan konfirmasi
Penyerahan hadiah: tanggal 27 November 2009
Publikasi Artikel terpilih: tanggal 17 November 2009 sampai waktu
yang tidak terbatas.
PERSYARATAN PENULISAN
Naskah ditulis menggunakan Bahasa Indonesia yang baku dengan
tatabahasa dan ejaan yang
disempurnakan.
Naskah belum pernah diterbitkan atau dipublikasikan sebelumnya.
Mencantumkan topik pilihan dan judul artikel.
Naskah diketik komputer dengan font: time new roman, size: 12,
spasi baris: 1,5 pt., ukuran kertas A4, Jumlah halaman minimal 5 dan maksimal 8.
PENGIRIMAN NASKAH
Naskah dikirim disertai lampiran identitas yang meliputi: Nama
penulis, Tanggal Lahir, Jenis Kelamin, Alamat, Pekerjaan, Asal Instansi,
No.KTP/SIM, Pas foto 4x6 dan Kontak person.
Naskah dapat dikirim dalam format softfile maupun printout.
Naskah dikirimkan melalui:
Email: panitialomba@ ..teratama.com.
o Pos surat: Hotel Borobudur Jl. Magelang
Km.6,3 Jombor Yogyakarta 55284
o Langsung ke sekretariat
panitia: Hotel Borobudur Jl. Magelang Km.6,3 Jombor Yogyakarta
55284 ( Kantor Teratama )
Naskah yang telah sampai
kepada panitia akan segera di posting/diumumkan di Internet, dengan alamat
www.teratama.com/lomba
Panitia tidak
bertanggungjawab terhadap pengiriman naskah yang tidak sampai ke tangan
panitia.
Peserta yang telah
mengirimkan naskah lebih dari 10 hari dan tidak menemukan nama dirinya di
pengumuman peserta dapat konfirmasi ke panitia melalui email
panitialomba@..teratama.com. atau melalui telephone: 02747002300, 081227444464
Â
SELEKSI
Seleksi Administrasi oleh panitia
Seleksi Materi oleh Juri
ASPEK YANG DINILAI
Kreativitas: Kemampuan memunculkan permasalahan, ide, gagasan
yang realistis dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kegunaan: Hasil penilisan memberikan sumbangan pemikiran yang
aplikatif terhadap perkembangan minat baca masyarakat & kwalitas layanan
perpustakaan
Penulisan:
o Sistematika penulisan: meliputi pendahuluan,
permasalahan, tujuan, landasan teori, pembahasan, kesimpulan & saran.
o Penulisan dengan bahasa ilmiah populer
o Penulisan menyebutkan sumber (referensi pustaka)
PESERTA
Masyarakat umum, Pelajar, Mahasiswa, Pustakawan
HADIAH LOMBA
Juara I mendapat uang
sejumlah Rp. 3.000.000,- plus hadiah sponsor
Juara II mendapat uang
sejumlah Rp. 2.000.000,- plus hadiah sponsor
Juara III mendapat uang
sejumlah Rp. 1.000.000,-Â plus hadiah
sponsor
20 Besar mendapat kenangan dari sponsor
Sertifikat
Tropi
Juara 1,2,3 masing masing mendapatkan plus Rp 500.000,- dari
sponsor BPRS --“Bank Perkreditan Rakyat Syariah BAROKAH DANA SEJAHTERA
(sumber: referensi_maya@yahoogroups.com)
LOMBA TULIS ARTIKEL PUSTAKA NASIONAL
CITA PERPUSTAKAAN INDONESIA
http://www.teratama.com/lomba/
KEGIATAN
Dalam rangka Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Membaca
Nasional, Teratama Technology System bersama :
- Dinas Pendidikan Propinsi DIY
- Badan Perpustakaan dan
- Arsip Daerah Propinsi DIY
- Ikatan Pustakawan Indonesia – IPI Propinsi DIY
- Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca – GPMB Indonesia
- Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi – FPPTI DIY
- Forum Perpustakaan Sekolah Indonesia – FPSI DIY
- BAPUSDA Kabupaten Bantul
- Tokoh Pustakawan Senior
menyelenggarakan LOMBA TULIS ARTIKEL NASIONAL 2009 dengan topik pilihan:
- Perpustakaan Ideal
- Membangun masyarakat cinta perpustakaan
WAKTU PELAKSANAAN
Waktu pengumpulan naskah
artikel: tanggal 15 Februari 2009
sampai 30 September 2009
Waktu pengumuman hasil
lomba: tanggal 17 November 2009.*)jika
diperlukan sewaktu2 panitia akan konfirmasi
Penyerahan hadiah: tanggal 27 November 2009
Publikasi Artikel terpilih: tanggal 17 November 2009 sampai waktu
yang tidak terbatas.
PERSYARATAN PENULISAN
Naskah ditulis menggunakan Bahasa Indonesia yang baku dengan
tatabahasa dan ejaan yang
disempurnakan.
Naskah belum pernah diterbitkan atau dipublikasikan sebelumnya.
Mencantumkan topik pilihan dan judul artikel.
Naskah diketik komputer dengan font: time new roman, size: 12,
spasi baris: 1,5 pt., ukuran kertas A4, Jumlah halaman minimal 5 dan maksimal 8.
PENGIRIMAN NASKAH
Naskah dikirim disertai lampiran identitas yang meliputi: Nama
penulis, Tanggal Lahir, Jenis Kelamin, Alamat, Pekerjaan, Asal Instansi,
No.KTP/SIM, Pas foto 4x6 dan Kontak person.
Naskah dapat dikirim dalam format softfile maupun printout.
Naskah dikirimkan melalui:
Email: panitialomba@ ..teratama.com.
o Pos surat: Hotel Borobudur Jl. Magelang
Km.6,3 Jombor Yogyakarta 55284
o Langsung ke sekretariat
panitia: Hotel Borobudur Jl. Magelang Km.6,3 Jombor Yogyakarta
55284 ( Kantor Teratama )
Naskah yang telah sampai
kepada panitia akan segera di posting/diumumkan di Internet, dengan alamat
www.teratama.com/lomba
Panitia tidak
bertanggungjawab terhadap pengiriman naskah yang tidak sampai ke tangan
panitia.
Peserta yang telah
mengirimkan naskah lebih dari 10 hari dan tidak menemukan nama dirinya di
pengumuman peserta dapat konfirmasi ke panitia melalui email
panitialomba@..teratama.com. atau melalui telephone: 02747002300, 081227444464
Â
SELEKSI
Seleksi Administrasi oleh panitia
Seleksi Materi oleh Juri
ASPEK YANG DINILAI
Kreativitas: Kemampuan memunculkan permasalahan, ide, gagasan
yang realistis dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kegunaan: Hasil penilisan memberikan sumbangan pemikiran yang
aplikatif terhadap perkembangan minat baca masyarakat & kwalitas layanan
perpustakaan
Penulisan:
o Sistematika penulisan: meliputi pendahuluan,
permasalahan, tujuan, landasan teori, pembahasan, kesimpulan & saran.
o Penulisan dengan bahasa ilmiah populer
o Penulisan menyebutkan sumber (referensi pustaka)
PESERTA
Masyarakat umum, Pelajar, Mahasiswa, Pustakawan
HADIAH LOMBA
Juara I mendapat uang
sejumlah Rp. 3.000.000,- plus hadiah sponsor
Juara II mendapat uang
sejumlah Rp. 2.000.000,- plus hadiah sponsor
Juara III mendapat uang
sejumlah Rp. 1.000.000,-Â plus hadiah
sponsor
20 Besar mendapat kenangan dari sponsor
Sertifikat
Tropi
Juara 1,2,3 masing masing mendapatkan plus Rp 500.000,- dari
sponsor BPRS --“Bank Perkreditan Rakyat Syariah BAROKAH DANA SEJAHTERA
(sumber: referensi_maya@yahoogroups.com)
PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG
dikutip dari sebuah sumber
PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG.
Seorang teman saya yang bekerja pada sebuah perusahaan asing, di PHK
akhir tahun lalu. Penyebabnya adalah kesalahan menerapkan dosis pengolahan
limbah, yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kesalahan ini terkuak
ketika seorang pakar limbah dari suatu negara Eropa mengawasi secara
langsung proses pengolahan limbah yang selama itu dianggap selalu gagal.
Pasalnya adalah, takaran timbang yang dipakai dalam buku petunjuknya
menggunakan satuan pound dan ounce. Kesalahan fatal muncul karena yang
bersangkutan mengartikan 1 pound = 0,5 kg. dan 1 ounce (ons) = 100 gram,
sesuai pelajaran yang ia terima dari sekolah. Sebelum PHK dijatuhkan,
temansaya diberi tenggang waktu 7 hari untuk membela diri dgn. cara menunjukkan
acuan ilmiah yang menyatakan 1 ounce (ons) = 100 g.
Usaha maksimum yang dilakukan hanya bisa menunjukkan Kamus Besar Bahasa
Indonesia yang mengartikan ons (bukan ditulis ounce) adalah satuan berat
senilai 1/10 kilogram. Acuan lain termasuk tabel-tabel konversi yang
berlaku sah atau dikenal secara internasional tidak bisa ditemukan.
SALAH KAPRAH YANG TURUN-TEMURUN.
Prihatin dan penasaran atas kasus diatas, saya mencoba menanyakan hal
ini kepada lembaga yang paling berwenang atas sistem takar-timbang dan
ukur di Indonesia, yaitu Direktorat Metrologi . Ternyata, pihak Dir.
Metrologi-pun telah lama melarang pemakaian satuan ons untuk ekivalen
100 gram.
Mereka justru mengharuskan pemakaian satuan yang termasuk dalam Sistem
Internasional (metrik) yang diberlakukan resmi di Indonesia. Untuk
ukuran berat, satuannya adalah gram dan kelipatannya. Satuan Ons bukanlah
bagian dari sistem metrik ini dan untuk menghilangkan kebiasaan memakai
satuan ons ini, Direktorat Metrologi sejak lama telah memusnahkan semua
anak timbangan (bandul atau timbal) yang bertulisan "ons" dan "pound".
Lepas dari adanya kebiasaan kita mengatakan 1 ons = 100 gram dan 1
pound = 500 gram, ternyata tidak pernah ada acuan sistem takar-timbang
legal atau pengakuan internasional atas satuan ons yang nilainya setara
dengan 100 gram. Dan dalam sistem timbangan legal yang diakui dunia
internasional, tidak pernah dikenal adanya satuan ONS khusus Indonesia.
Jadi, hal ini adalah suatu kesalahan yang diwariskan turun-temurun.
Sampai kapan mau dipertahankan ?
BAGAIMANA KESALAHAN DIAJARKAN SECARA RESMI ?
Saya sendiri pernah menerima pengajaran salah ini ketika masih di
bangku sekolah dasar. Namun, ketika saya memasuki dunia kerja nyata,
kebiasaan salah yang nyata-nyata diajarkan itu harus dibuang jauh karena
akan menyesatkan.
Beberapa sekolah telah saya datangi untuk melihat sejauh mana
penyadaran akan penggunaan sistem takar-timbang yang benar dan sah
dikemas dalam materi pelajaran secara benar, dan bagaimana para murid
(anak-anak kita) menerapkan dalam hidup sehari-hari. Sungguh
memprihatinkan. Semua sekolah mengajarkan bahwa 1 ons = 100 gram dan 1
pound = 500 gram, dan anak-anak kita pun menggunakannya dalam kegiatan
sehari-hari. "Racun" ini sudah tertanam didalam otak anak kita sejak
usia dini.
Dari para guru, saya mendapatkan penjelasan bahwa semua buku pegangan
yang diwajibkan atau disarankan oleh Departemen Pendidikan Indonesia
mengajarkan seperti itu. Karena itu, tidaklah mungkin bagi para guru untuk
melakukan koreksi selama Dep. Pendidikan belum merubah atau memberi-kan
petunjuk resmi.
TANGGUNG JAWAB SIAPA ?
Maka, bila terjadi kasus-kasus serupa diatas, Departemen Pendidikan
kita jangan lepas tangan. Tunjukkanlah kepada masyarakat kita terutama
kepada para guru yang mengajarkan kesalahan ini, salah satu alasannya agar
tidak menjadi beban psikologis bagi mereka ;
"acuan sistem timbang legal yang mana yang pernah diakui / diberlakukan
secara internasional , yang menyatakan bahwa :
1 ons adalah 100 gram, 1 pound adalah 500 gram."?
Kalau Dep. Pendidikan tidak bisa menunjukkan acuannya, mengapa hal ini
diajarkan secara resmi di sekolah sampai sekarang ?
Pernahkan Dep. Pendidikan menelusuri, dinegara mana saja selain
Indonesia berlaku konversi 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram ?
Patut dipertanyakan pula, bagaimana tanggung jawab para penerbit buku
pegangan sekolah yang melestarikan kesalahan ini ?
Kalau Dep. Pendidikan mau mempertahankan satuan ons yang keliru ini,
sementara pemerintah sendiri melalui Direktorat Metrologi melarang
pemakaian satuan "ons" dalam transaksi legal, maka konsekwensinya ialah
harus dibuat sistem baru timbangan Indonesia (versi Depdiknas).. Sistem
baru inipun harus diakui lebih dulu oleh dunia internasional sebelum
diajarkan kepada anak-anak. Perlukah adanya sistem timbangan Indonesia
yang konversinya adalah 1 ons (Depdiknas) = 100 gram dan 1 pound
(Depdiknas) = 500 gram. ? Bagaimana "Ons dan Pound (Depdiknas)" ini
dimasukkan dalam sistem metrik yang sudah baku diseluruh dunia ? Siapa
yang mau pakai ?.
HENTIKAN SEGERA KESALAHAN INI.
Contoh kasus diatas hanyalah satu diantara sekian banyak problema yang
merupakan akibat atau korban kesalahan pendidikan. Saya yakin masih
banyak kasus-kasus senada yang terjadi, tetapi tidak kita dengar.. Salah
satu
contoh kecil ialah, banyak sekali ibu-ibu yang mempraktekkan resep kue
dari buku luar negeri tidak berhasil tanpa diketahui dimana kesalahannya.
Karena ini kesalahan pendidikan, masalah ini sebenarnya merupakan
masalah nasional pendidikan kita yang mau tidak mau harus segera
dihentikan.
Departemen Pendidikan tidak perlu malu dan basa-basi diplomatis
mengenai hal ini. Mari kita pikirkan dampaknya bagi masa depan anak-anak
Indonesia. Berikan teladan kepada bangsa ini untuk tidak malu memperbaiki
kesalahan.
Sekalipun hanya untuk pelajaran di sekolah, dalam hal
Takar-Timbang- Ukur, Dep. Pendidikan tidak memiliki supremasi sedikitpun
terhadap Direktorat Metrologi sebagai lembaga yang paling berwenang di
Indonesia. Mari kita ikuti satu acuan saja, yaitu Direktorat Metrologi.
Era Globalisasi tidak mungkin kita hindari, dan karena itu anak-anak
kita harus dipersiapkan dengan benar. Benar dalam arti landasannya,
prosesnya, materinya maupun arah pendidikannya. Mengejar ketertinggalan
dalam hal kualitas SDM negara tetangga saja sudah merupakan upaya yang
sangat berat.
Janganlah malah diperberat dengan pelajaran sampah yang justru bakal
menyesatkan. Didiklah anak-anak kita untuk mengenal dan mengikuti
aturan dan standar yang berlaku SAH dan DIAKUI secara internasional, bukan
hanya yang rekayasa lokal saja. Jangan ada lagi korban akibat pendidikan
yang salah. Kita lihat yang nyata saja, berapa banyak TKI diluar negeri
yang
berarti harus mengikuti acuan yang berlaku secara internasional.
Anak-anak kita memiliki HAK untuk mendapatkan pendidikan yang benar
sebagai upaya mempersiapkan diri menyongsong masa depannya yang akan
penuh dengan tantangan berat.
ACUAN MANA YANG BENAR ?
Banyak sekali literatur, khususnya yang dipakai dalam dunia tehnik, dan
juga ensiklopedi ternama seperti Britannica, Oxford, dll. (maaf, ini
bukan promosi) menyajikan tabel-tabel konversi yang tidak perlu diragukan
lagi.
Selain pada buku literatur, tabel-tabel konversi semacam itu dapat
dijumpai dengan mudah di-dalam buku harian / diary/agenda yang biasanya
diberikan oleh toko atau produsen suatu produk sebagai sarana promosi.
Salah satu konversi untuk satuan berat yang umum dipakai SAH secara
internasional adalah sistem avoirdupois / avdp. (baca : averdupoiz).
1 ounce/ons/onza = 28,35 gram (bukan 100 g.)
1 pound = 453 gram (bukan 500 g.)
1 pound = 16 ounce (bukan 5 ons)
Bayangkan saja, bagaimana jadinya kalau seorang apoteker meracik resep
obat yang seharusnya hanya diberi 28 gram, namun diberi 100 gram. Apakah
kesalahan semacam ini bisa di kategorikan sebagai malapraktek ?
Pelajarannya memang begitu, kalau murid tidak mengerti, dihukum !!!
Jadi, kalau malapraktik, logikanya adalah tanggung jawab yang mengajarkan.
(ini hanya gambaran / ilustrasi salah satu akibat yang bisa ditimbulkan,
bukan kejadian sebenarnya, tetapi dalam bidang lain banyak sekali terjadi)
KALAU BUKAN KITA YANG MENYELAMATKAN - LALU SIAPA ?.
Melalui tulisan ini saya ingin mengajak semua kalangan, baik kalangan
pemerintah, akademis, profesi, bisnis / pedagang, sekolah dan orang tua
dan juga yang lainnya untuk ikut serta mendukung penghapusan satuan "ons
dan pound yang keliru" dari kegiatan kita sehari-hari. Pengajaran sistem
timbang dgn. satuan Ounce dan Pound seharusnya diberikan sebagai
pengetahuan disertai kejelasan asal-usul serta rumus konversi yang
benar. Hal ini untuk membuang kebiasaan salah yang telah melekat dalam
kebiasaan kita, yang bisa mencelakakan / menyesatkan anak-anak kita,
generasi penerus bangsa ini.
# # # # #
Tulisan ini akan dikirimkan kepada media masa, baik cetak maupun
elektronik yang mau menyiarkannya demi kepentingan bangsa. Dipersilahkan
mengubah formatnya sesuai dengan ketentuan penyiaran masing-masing.
Juga kepada sekolah-sekolah, pabrik-pabrik serta LSM dan masyarakat
umum, untuk diketahui secara luas.
Bila anda merasa sependapat dengan saya, setuju untuk menghentikan
kesalahan ini demi masa depan anak bangsa Indonesia, silahkan
diperbanyak/ difoto copy dan disebar-luaskan sendiri.
Bila anda ragu-ragu terhadap kebenaran tulisan ini, silahkan
menanyakannya langsung kepada Direktorat Metrologi atau Balai Metrologi
setempat dikota anda berada.
Terima kasih saya ucapkan kepada anda yang peduli dan mau
berpar-tisipasi menyelamatkan masa depan anak-anak Indonesia. Semoga
Tuhan memberkati upaya ini, yang kita lakukan dengan tulus ikhlas tanpa
pamrih sedikitpun.
(sumber:referensi_maya@yahoogroups.com)
PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG.
Seorang teman saya yang bekerja pada sebuah perusahaan asing, di PHK
akhir tahun lalu. Penyebabnya adalah kesalahan menerapkan dosis pengolahan
limbah, yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kesalahan ini terkuak
ketika seorang pakar limbah dari suatu negara Eropa mengawasi secara
langsung proses pengolahan limbah yang selama itu dianggap selalu gagal.
Pasalnya adalah, takaran timbang yang dipakai dalam buku petunjuknya
menggunakan satuan pound dan ounce. Kesalahan fatal muncul karena yang
bersangkutan mengartikan 1 pound = 0,5 kg. dan 1 ounce (ons) = 100 gram,
sesuai pelajaran yang ia terima dari sekolah. Sebelum PHK dijatuhkan,
temansaya diberi tenggang waktu 7 hari untuk membela diri dgn. cara menunjukkan
acuan ilmiah yang menyatakan 1 ounce (ons) = 100 g.
Usaha maksimum yang dilakukan hanya bisa menunjukkan Kamus Besar Bahasa
Indonesia yang mengartikan ons (bukan ditulis ounce) adalah satuan berat
senilai 1/10 kilogram. Acuan lain termasuk tabel-tabel konversi yang
berlaku sah atau dikenal secara internasional tidak bisa ditemukan.
SALAH KAPRAH YANG TURUN-TEMURUN.
Prihatin dan penasaran atas kasus diatas, saya mencoba menanyakan hal
ini kepada lembaga yang paling berwenang atas sistem takar-timbang dan
ukur di Indonesia, yaitu Direktorat Metrologi . Ternyata, pihak Dir.
Metrologi-pun telah lama melarang pemakaian satuan ons untuk ekivalen
100 gram.
Mereka justru mengharuskan pemakaian satuan yang termasuk dalam Sistem
Internasional (metrik) yang diberlakukan resmi di Indonesia. Untuk
ukuran berat, satuannya adalah gram dan kelipatannya. Satuan Ons bukanlah
bagian dari sistem metrik ini dan untuk menghilangkan kebiasaan memakai
satuan ons ini, Direktorat Metrologi sejak lama telah memusnahkan semua
anak timbangan (bandul atau timbal) yang bertulisan "ons" dan "pound".
Lepas dari adanya kebiasaan kita mengatakan 1 ons = 100 gram dan 1
pound = 500 gram, ternyata tidak pernah ada acuan sistem takar-timbang
legal atau pengakuan internasional atas satuan ons yang nilainya setara
dengan 100 gram. Dan dalam sistem timbangan legal yang diakui dunia
internasional, tidak pernah dikenal adanya satuan ONS khusus Indonesia.
Jadi, hal ini adalah suatu kesalahan yang diwariskan turun-temurun.
Sampai kapan mau dipertahankan ?
BAGAIMANA KESALAHAN DIAJARKAN SECARA RESMI ?
Saya sendiri pernah menerima pengajaran salah ini ketika masih di
bangku sekolah dasar. Namun, ketika saya memasuki dunia kerja nyata,
kebiasaan salah yang nyata-nyata diajarkan itu harus dibuang jauh karena
akan menyesatkan.
Beberapa sekolah telah saya datangi untuk melihat sejauh mana
penyadaran akan penggunaan sistem takar-timbang yang benar dan sah
dikemas dalam materi pelajaran secara benar, dan bagaimana para murid
(anak-anak kita) menerapkan dalam hidup sehari-hari. Sungguh
memprihatinkan. Semua sekolah mengajarkan bahwa 1 ons = 100 gram dan 1
pound = 500 gram, dan anak-anak kita pun menggunakannya dalam kegiatan
sehari-hari. "Racun" ini sudah tertanam didalam otak anak kita sejak
usia dini.
Dari para guru, saya mendapatkan penjelasan bahwa semua buku pegangan
yang diwajibkan atau disarankan oleh Departemen Pendidikan Indonesia
mengajarkan seperti itu. Karena itu, tidaklah mungkin bagi para guru untuk
melakukan koreksi selama Dep. Pendidikan belum merubah atau memberi-kan
petunjuk resmi.
TANGGUNG JAWAB SIAPA ?
Maka, bila terjadi kasus-kasus serupa diatas, Departemen Pendidikan
kita jangan lepas tangan. Tunjukkanlah kepada masyarakat kita terutama
kepada para guru yang mengajarkan kesalahan ini, salah satu alasannya agar
tidak menjadi beban psikologis bagi mereka ;
"acuan sistem timbang legal yang mana yang pernah diakui / diberlakukan
secara internasional , yang menyatakan bahwa :
1 ons adalah 100 gram, 1 pound adalah 500 gram."?
Kalau Dep. Pendidikan tidak bisa menunjukkan acuannya, mengapa hal ini
diajarkan secara resmi di sekolah sampai sekarang ?
Pernahkan Dep. Pendidikan menelusuri, dinegara mana saja selain
Indonesia berlaku konversi 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram ?
Patut dipertanyakan pula, bagaimana tanggung jawab para penerbit buku
pegangan sekolah yang melestarikan kesalahan ini ?
Kalau Dep. Pendidikan mau mempertahankan satuan ons yang keliru ini,
sementara pemerintah sendiri melalui Direktorat Metrologi melarang
pemakaian satuan "ons" dalam transaksi legal, maka konsekwensinya ialah
harus dibuat sistem baru timbangan Indonesia (versi Depdiknas).. Sistem
baru inipun harus diakui lebih dulu oleh dunia internasional sebelum
diajarkan kepada anak-anak. Perlukah adanya sistem timbangan Indonesia
yang konversinya adalah 1 ons (Depdiknas) = 100 gram dan 1 pound
(Depdiknas) = 500 gram. ? Bagaimana "Ons dan Pound (Depdiknas)" ini
dimasukkan dalam sistem metrik yang sudah baku diseluruh dunia ? Siapa
yang mau pakai ?.
HENTIKAN SEGERA KESALAHAN INI.
Contoh kasus diatas hanyalah satu diantara sekian banyak problema yang
merupakan akibat atau korban kesalahan pendidikan. Saya yakin masih
banyak kasus-kasus senada yang terjadi, tetapi tidak kita dengar.. Salah
satu
contoh kecil ialah, banyak sekali ibu-ibu yang mempraktekkan resep kue
dari buku luar negeri tidak berhasil tanpa diketahui dimana kesalahannya.
Karena ini kesalahan pendidikan, masalah ini sebenarnya merupakan
masalah nasional pendidikan kita yang mau tidak mau harus segera
dihentikan.
Departemen Pendidikan tidak perlu malu dan basa-basi diplomatis
mengenai hal ini. Mari kita pikirkan dampaknya bagi masa depan anak-anak
Indonesia. Berikan teladan kepada bangsa ini untuk tidak malu memperbaiki
kesalahan.
Sekalipun hanya untuk pelajaran di sekolah, dalam hal
Takar-Timbang- Ukur, Dep. Pendidikan tidak memiliki supremasi sedikitpun
terhadap Direktorat Metrologi sebagai lembaga yang paling berwenang di
Indonesia. Mari kita ikuti satu acuan saja, yaitu Direktorat Metrologi.
Era Globalisasi tidak mungkin kita hindari, dan karena itu anak-anak
kita harus dipersiapkan dengan benar. Benar dalam arti landasannya,
prosesnya, materinya maupun arah pendidikannya. Mengejar ketertinggalan
dalam hal kualitas SDM negara tetangga saja sudah merupakan upaya yang
sangat berat.
Janganlah malah diperberat dengan pelajaran sampah yang justru bakal
menyesatkan. Didiklah anak-anak kita untuk mengenal dan mengikuti
aturan dan standar yang berlaku SAH dan DIAKUI secara internasional, bukan
hanya yang rekayasa lokal saja. Jangan ada lagi korban akibat pendidikan
yang salah. Kita lihat yang nyata saja, berapa banyak TKI diluar negeri
yang
berarti harus mengikuti acuan yang berlaku secara internasional.
Anak-anak kita memiliki HAK untuk mendapatkan pendidikan yang benar
sebagai upaya mempersiapkan diri menyongsong masa depannya yang akan
penuh dengan tantangan berat.
ACUAN MANA YANG BENAR ?
Banyak sekali literatur, khususnya yang dipakai dalam dunia tehnik, dan
juga ensiklopedi ternama seperti Britannica, Oxford, dll. (maaf, ini
bukan promosi) menyajikan tabel-tabel konversi yang tidak perlu diragukan
lagi.
Selain pada buku literatur, tabel-tabel konversi semacam itu dapat
dijumpai dengan mudah di-dalam buku harian / diary/agenda yang biasanya
diberikan oleh toko atau produsen suatu produk sebagai sarana promosi.
Salah satu konversi untuk satuan berat yang umum dipakai SAH secara
internasional adalah sistem avoirdupois / avdp. (baca : averdupoiz).
1 ounce/ons/onza = 28,35 gram (bukan 100 g.)
1 pound = 453 gram (bukan 500 g.)
1 pound = 16 ounce (bukan 5 ons)
Bayangkan saja, bagaimana jadinya kalau seorang apoteker meracik resep
obat yang seharusnya hanya diberi 28 gram, namun diberi 100 gram. Apakah
kesalahan semacam ini bisa di kategorikan sebagai malapraktek ?
Pelajarannya memang begitu, kalau murid tidak mengerti, dihukum !!!
Jadi, kalau malapraktik, logikanya adalah tanggung jawab yang mengajarkan.
(ini hanya gambaran / ilustrasi salah satu akibat yang bisa ditimbulkan,
bukan kejadian sebenarnya, tetapi dalam bidang lain banyak sekali terjadi)
KALAU BUKAN KITA YANG MENYELAMATKAN - LALU SIAPA ?.
Melalui tulisan ini saya ingin mengajak semua kalangan, baik kalangan
pemerintah, akademis, profesi, bisnis / pedagang, sekolah dan orang tua
dan juga yang lainnya untuk ikut serta mendukung penghapusan satuan "ons
dan pound yang keliru" dari kegiatan kita sehari-hari. Pengajaran sistem
timbang dgn. satuan Ounce dan Pound seharusnya diberikan sebagai
pengetahuan disertai kejelasan asal-usul serta rumus konversi yang
benar. Hal ini untuk membuang kebiasaan salah yang telah melekat dalam
kebiasaan kita, yang bisa mencelakakan / menyesatkan anak-anak kita,
generasi penerus bangsa ini.
# # # # #
Tulisan ini akan dikirimkan kepada media masa, baik cetak maupun
elektronik yang mau menyiarkannya demi kepentingan bangsa. Dipersilahkan
mengubah formatnya sesuai dengan ketentuan penyiaran masing-masing.
Juga kepada sekolah-sekolah, pabrik-pabrik serta LSM dan masyarakat
umum, untuk diketahui secara luas.
Bila anda merasa sependapat dengan saya, setuju untuk menghentikan
kesalahan ini demi masa depan anak bangsa Indonesia, silahkan
diperbanyak/ difoto copy dan disebar-luaskan sendiri.
Bila anda ragu-ragu terhadap kebenaran tulisan ini, silahkan
menanyakannya langsung kepada Direktorat Metrologi atau Balai Metrologi
setempat dikota anda berada.
Terima kasih saya ucapkan kepada anda yang peduli dan mau
berpar-tisipasi menyelamatkan masa depan anak-anak Indonesia. Semoga
Tuhan memberkati upaya ini, yang kita lakukan dengan tulus ikhlas tanpa
pamrih sedikitpun.
(sumber:referensi_maya@yahoogroups.com)
23 Maret 2009
"BUTUH CEPAT : Pustakawan"
Waktu Kirim: 19/03/2009 - 22:50:18
Masa Penawaran: Kurang dari 1 Minggu
Kategori Lembaga: Instansi Pemerintah
Nama Lembaga: Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Negeri Jakarta
Alamat: Jl. Rawamangun Muka Jakarta Timur 13220 Gd. O Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris
Telepon: 021-4896706
Faks.: 021-4896706
E-mail:
Website:
Kontak Personal: Sabarina Saputri
Jabatan: Librarian
Telepon/ HP: 0817146313
E-mail: sabarinasaputri@yahoo.com
Dear all,
Dibutuhkan tenaga pustakawan untuk Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Universitas Negeri Jakarta dengan syarat sbb:
1. Lulusan D3 jurusan Ilmu Perpustakaan/ Ilmu Informasi
2. Memiliki kemampuan Bahasa Inggris
3. Menguasai software perpustakaan dan MS Office
Jika berminat, segera kirimkan lamaran dan CV ke sabarinasaputri@yahoo.com
Masa Penawaran: Kurang dari 1 Minggu
Kategori Lembaga: Instansi Pemerintah
Nama Lembaga: Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Negeri Jakarta
Alamat: Jl. Rawamangun Muka Jakarta Timur 13220 Gd. O Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris
Telepon: 021-4896706
Faks.: 021-4896706
E-mail:
Website:
Kontak Personal: Sabarina Saputri
Jabatan: Librarian
Telepon/ HP: 0817146313
E-mail: sabarinasaputri@yahoo.com
Dear all,
Dibutuhkan tenaga pustakawan untuk Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Universitas Negeri Jakarta dengan syarat sbb:
1. Lulusan D3 jurusan Ilmu Perpustakaan/ Ilmu Informasi
2. Memiliki kemampuan Bahasa Inggris
3. Menguasai software perpustakaan dan MS Office
Jika berminat, segera kirimkan lamaran dan CV ke sabarinasaputri@yahoo.com
19 Maret 2009
Playgroup Teacher
Playgroup Teacher
Rquirements:
Male/Female, Max 30 years old
Min. Diploma degree from any major, experienced, fresh graduates are welcome
Fluent in English (oral and written), energetic, creative with pleasant personality
Love children, look neat, able to work independently or as a part of a team
To be placed in Gorontalo
Will be trained in Jakarta (2 weeks)
If you meet above requirements and eager to try new challenges, please send us your CV, App Letter, and recent photos to
Jl. Mangga Besar Raya No. 5F Jakarta Barat 11180.
Rquirements:
Male/Female, Max 30 years old
Min. Diploma degree from any major, experienced, fresh graduates are welcome
Fluent in English (oral and written), energetic, creative with pleasant personality
Love children, look neat, able to work independently or as a part of a team
To be placed in Gorontalo
Will be trained in Jakarta (2 weeks)
If you meet above requirements and eager to try new challenges, please send us your CV, App Letter, and recent photos to
hrd@tumbletots.co.idor Tumble Tots Indonesia Head Office
Jl. Mangga Besar Raya No. 5F Jakarta Barat 11180.
Job Fair 25-26 Maret 2009
Career World @ JobStreet.com
Institut Teknologi Telkom 25 - 26 Maret 2009, Bandung
Tanggal : 25 - 26 Maret 2009
Tempat : Landmark Convention Hall
Jl. Braga No. 129
Bandung - Jawa Barat
Jam : 09.00 - 17.00 WIB
Penyelenggara : CDC Institut Teknologi Telkom
Bekerjasama dengan : JobStreet.com Indonesia
PERUSAHAAN PESERTA
CENTURY HEALTHCARE
DETIK.COM
EXPERD NSN
FEMINA GROUP
GLOBAL TV
LANDSON
PT AXA MANDIRI FINANCIAL SERVICE
PT BAKRIE GROUP
PT BERNOFARM
PT KONIMEX
PT MERATUS LINE
PT SMART Tbk
SOLUSI 247
TELKOM SPEEDY
Dll
Informasi lebih lanjut silahkan hubungi:
Telp : 0813 2618 7055 ; Email : maxi_org@yahoo.co.id
--------------------------------------------------------------------------------
UPH Job Fair & On Campus Recruitment
25 Maret 2009, Lippo Karawaci - Tangerang
Tanggal : 25 Maret 2009
Tempat : Gedung D
Universitas Pelita Harapan
Lippo Karawaci - Tanggerang
Jam : 08.30 - 16.00 WIB
Penyelenggara : CDAC - Student & Alumni Services - UPH
Bekerjasama dengan : JobStreet.com Indonesia
PERUSAHAAN PESERTA:
ASTRA HONDA MOTOR
KALBE NUTRIONALS
KAPAL API
PT KRESNA GRAHA SEKURINDO Tbk
TRANS 7
DLL
Informasi lebih lanjut silahkan hubungi:
CDC Student & Alumni Service
Telp : (021) 5460901
--------------------------------------------------------------------------------
UI Career & Scholarship Expo VII 2009
27 - 29 Maret 2009, Depok - Jawa Barat
Tanggal : 27 - 29 Maret 2009
Tempat : Gedung Balairung
Kampus UI - Depok
Jawa Barat
Jam : 09.00 - 17.00
Penyelenggara : Career Development Center Universitas Indonesia (CDC-UI)
Bekerjasama dengan : JobStreet.com Indonesia
PERUSAHAAN PESERTA
3 (JARINGAN GSM MU)
ARTAJASA PEMBAYARAN ELEKTRONIS
BLUE BIRD GROUP
CHIC
CITA CINTA MAGAZINE
DETIK.COM
ExxonMobil Oil Indonesia, Inc
PT AXA MANDIRI
PT BANK BUKOPIN
PT BANK CENTRAL ASIA TBK
PT BANK INTERNASIONAL INDONESIA, Tbk
PT BANK MEGA
PT BANK OCBC NISP Tbk
PT BANK PERMATA TBK
PT GRAMEDIA CORPORATE
PT INFOMEDIA NUSANTARA
PT JAYA KONSTRUKSI MP, TBK
PT LAKSANA TATA INDONESIA
PT OBERTHUR CARD SYSTEMS
PT. BAKRIE TELECOM TBK
PT. BANK MANDIRI (PERSERO) TBK
PT. EMS PARAMITRA
PT. SUPRACO INDONESIA
RABOBANK
SCTV
SOHO GROUP
TELKOMSEL (TELKOM GROUP)
TOTAL E&P INDONESIE
TRANS 7
Informasi lebih lanjut silahkan hubungi:
CDC UI
Telp : (021) 9826-4777, 9852-2842, 9852-2845
Email : cdc@ui.ac.id, cdc.global.ui@gmail.com
Institut Teknologi Telkom 25 - 26 Maret 2009, Bandung
Tanggal : 25 - 26 Maret 2009
Tempat : Landmark Convention Hall
Jl. Braga No. 129
Bandung - Jawa Barat
Jam : 09.00 - 17.00 WIB
Penyelenggara : CDC Institut Teknologi Telkom
Bekerjasama dengan : JobStreet.com Indonesia
PERUSAHAAN PESERTA
CENTURY HEALTHCARE
DETIK.COM
EXPERD NSN
FEMINA GROUP
GLOBAL TV
LANDSON
PT AXA MANDIRI FINANCIAL SERVICE
PT BAKRIE GROUP
PT BERNOFARM
PT KONIMEX
PT MERATUS LINE
PT SMART Tbk
SOLUSI 247
TELKOM SPEEDY
Dll
Informasi lebih lanjut silahkan hubungi:
Telp : 0813 2618 7055 ; Email : maxi_org@yahoo.co.id
--------------------------------------------------------------------------------
UPH Job Fair & On Campus Recruitment
25 Maret 2009, Lippo Karawaci - Tangerang
Tanggal : 25 Maret 2009
Tempat : Gedung D
Universitas Pelita Harapan
Lippo Karawaci - Tanggerang
Jam : 08.30 - 16.00 WIB
Penyelenggara : CDAC - Student & Alumni Services - UPH
Bekerjasama dengan : JobStreet.com Indonesia
PERUSAHAAN PESERTA:
ASTRA HONDA MOTOR
KALBE NUTRIONALS
KAPAL API
PT KRESNA GRAHA SEKURINDO Tbk
TRANS 7
DLL
Informasi lebih lanjut silahkan hubungi:
CDC Student & Alumni Service
Telp : (021) 5460901
--------------------------------------------------------------------------------
UI Career & Scholarship Expo VII 2009
27 - 29 Maret 2009, Depok - Jawa Barat
Tanggal : 27 - 29 Maret 2009
Tempat : Gedung Balairung
Kampus UI - Depok
Jawa Barat
Jam : 09.00 - 17.00
Penyelenggara : Career Development Center Universitas Indonesia (CDC-UI)
Bekerjasama dengan : JobStreet.com Indonesia
PERUSAHAAN PESERTA
3 (JARINGAN GSM MU)
ARTAJASA PEMBAYARAN ELEKTRONIS
BLUE BIRD GROUP
CHIC
CITA CINTA MAGAZINE
DETIK.COM
ExxonMobil Oil Indonesia, Inc
PT AXA MANDIRI
PT BANK BUKOPIN
PT BANK CENTRAL ASIA TBK
PT BANK INTERNASIONAL INDONESIA, Tbk
PT BANK MEGA
PT BANK OCBC NISP Tbk
PT BANK PERMATA TBK
PT GRAMEDIA CORPORATE
PT INFOMEDIA NUSANTARA
PT JAYA KONSTRUKSI MP, TBK
PT LAKSANA TATA INDONESIA
PT OBERTHUR CARD SYSTEMS
PT. BAKRIE TELECOM TBK
PT. BANK MANDIRI (PERSERO) TBK
PT. EMS PARAMITRA
PT. SUPRACO INDONESIA
RABOBANK
SCTV
SOHO GROUP
TELKOMSEL (TELKOM GROUP)
TOTAL E&P INDONESIE
TRANS 7
Informasi lebih lanjut silahkan hubungi:
CDC UI
Telp : (021) 9826-4777, 9852-2842, 9852-2845
Email : cdc@ui.ac.id, cdc.global.ui@gmail.com
16 Maret 2009
Bina Nusantara
Bina Nusantara is one of the leading education institutions in Indonesia. Over the years, Bina Nusantara has been expanding to School, University and Training & Language Center to answer various and challenging education needs. Therefore, we want to invite highly qualified and motivated individuals who are up for challenge, to join US, as:
Librarian
(Jakarta Raya)
Requirements:
D3/S1 in Library Science, with min. GPA 2.75
Max. age 28 years old
Min. 1 year work experience in a related position
Has deep understanding and knowledge in Library Procedures
Attention to detail
Self-motivated but also a Team Player at the same time
Excellent written and spoken English
Good analytical & conseptual thinking skills, creative & innovative
Computer proficiency and familiar with the internet
Good communication skills
Willing to work on shift
Willing to work on Saturdays and to be posted in all BiNus units/location
kirim Aplikasi online ke: http://binus.edu
Bina Nusantara is one of the leading education institutions in Indonesia. Over the years, Bina Nusantara has been expanding to School, University and Training & Language Center to answer various and challenging education needs. Therefore, we want to invite highly qualified and motivated individuals who are up for challenge, to join US, as:
Librarian
(Jakarta Raya)
Requirements:
D3/S1 in Library Science, with min. GPA 2.75
Max. age 28 years old
Min. 1 year work experience in a related position
Has deep understanding and knowledge in Library Procedures
Attention to detail
Self-motivated but also a Team Player at the same time
Excellent written and spoken English
Good analytical & conseptual thinking skills, creative & innovative
Computer proficiency and familiar with the internet
Good communication skills
Willing to work on shift
Willing to work on Saturdays and to be posted in all BiNus units/location
kirim Aplikasi online ke: http://binus.edu
15 Maret 2009
Semarang Career Fair 2009
Semarang Career Fair 2009
Kunjungi Semarang Career Fair 2009, pameran bursa kerja terbesar di Semarang yang diikuti oleh berbagai perusahaan terkemuka dengan ribuan lowongan kerja di berbagai bidang bagi lulusan SLTA, D1, D3 sampai dengan S1. Acara ini diadakan oleh Aero Komunika selaku penyelenggara dan penanggung-jawab kegiatan bekerja sama dengan karir.com.
Waktu & Tempat
Rabu-Kamis, 18-19 Maret 2009
Pukul 09.00-17.00 WIB
Gedung Wanita
Jl. Sriwijaya No.29
Semarang
Perusahaan Peserta
Arcistec International
Atri Distribusindo
Apotik Plus
Alfamart
Anugrah Argon Medica
Bank BTPN
Bank Danamon, Tbk.
Behaestex
Century Healthcare
IMF
Kangar Consolidated Industries
karir.com
Karya Mitra Budi Sentosa
Lintas Group
Mandala Multifinace, Tbk.
Parastar Echorindo
Pharos Indonesia
Pura Group
Royal Abadi Sejahtera
Star Cosmos
Sinar Sosro, Tbk.
Ungaran Sari Garments
HTM: Rp.20.000,-
Kunjungi Semarang Career Fair 2009, pameran bursa kerja terbesar di Semarang yang diikuti oleh berbagai perusahaan terkemuka dengan ribuan lowongan kerja di berbagai bidang bagi lulusan SLTA, D1, D3 sampai dengan S1. Acara ini diadakan oleh Aero Komunika selaku penyelenggara dan penanggung-jawab kegiatan bekerja sama dengan karir.com.
Waktu & Tempat
Rabu-Kamis, 18-19 Maret 2009
Pukul 09.00-17.00 WIB
Gedung Wanita
Jl. Sriwijaya No.29
Semarang
Perusahaan Peserta
Arcistec International
Atri Distribusindo
Apotik Plus
Alfamart
Anugrah Argon Medica
Bank BTPN
Bank Danamon, Tbk.
Behaestex
Century Healthcare
IMF
Kangar Consolidated Industries
karir.com
Karya Mitra Budi Sentosa
Lintas Group
Mandala Multifinace, Tbk.
Parastar Echorindo
Pharos Indonesia
Pura Group
Royal Abadi Sejahtera
Star Cosmos
Sinar Sosro, Tbk.
Ungaran Sari Garments
HTM: Rp.20.000,-
12 Maret 2009
93,7 Persen Anak Indonesia Pernah Ciuman, Petting, dan Oral Sex
JAKARTA, SENIN — Banyak sekali orangtua sekarang terperangkap dalam ketidaktahuan dan tidak tahu harus berbuat apa menghadapi maraknya peredaran materi pornografi, baik dalam bentuk keping cakram, video games, maupun komik. Padahal, anak-anak makin rentan terpapar materi pornografi yang pada akhirnya bisa menimbulkan kecanduan seks dan merusak otak.
Demikian disampaikan Ketua Pelaksana Yayasan Kita dan Buah Hati Elly Risman dalam seminar bertema "Memahami Dahsyatnya Kerusakan Otak Anak akibat Kecanduan Pornografi dan Narkoba dari Tinjauan Kesehatan Intelegensia", Senin (2/3), di auditorium Departemen Kesehatan, Jakarta.
"Banyak orangtua tidak tahu harus berbuat apa ketika anaknya mogok sekolah, mulai kelas lima sekolah dasar sampai sekolah menengah atas karena main games tak henti-hentinya," kata Elly Risman. Hampir tiap hari ada saja berita tentang anak dan remaja berbuat mesum dan foto bugil yang ditayangkan, baik di televisi, maupun dinikmati rekan sebaya mereka.
Dalam Pertemuan Konselor Remaja Yayasan Kita dan Buah Hati dengan 1.625 siswa kelas IV-VI sekolah dasar wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi tahun 2008 terungkap, 66 persen dari mereka telah menyaksikan materi pornografi lewat berbagai media. Sebanyak 24 persen di antaranya lewat komik, 18 persen melalui games, 16 persen lewat situs porno, 14 persen melalui film, dan sisanya melalui VCD dan DVD, telepon seluler, majalah, dan koran.
Mereka umumnya menyaksikan materi pornografi itu karena iseng (27 persen), terbawa teman (10 persen), dan takut dibilang kuper (4 persen). Ternyata anak-anak itu melihat materi pornografi di rumah atau kamar pribadi (36 persen), rumah teman (12 persen), warung internet (18 persen), dan rental (3 persen). "Kalau kita jumlahkan, yang melihat di kamar pribadi dan di rumah teman, berarti satu dari dua anak melihatnya di rumah sendiri," ujarnya.
Adapun hasil survei yang dilakukan Komisi Nasional Perlindungan Anak terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar di Indonesia tahun 2007 menunjukkan, sebanyak 97 persen dari responden pernah menonton film porno, sebanyak 93,7 persen pernah ciuman, petting, dan oral sex, serta 62,7 persen remaja yang duduk di bangku sekolah menengah pertama pernah berhubungan intim, dan 21,2 persen siswi sekolah menengah umum pernah menggugurkan kandungan.
Kondisi ini terjadi karena mereka sudah terpapar pada pornografi sejak belia. Hal itu dikatakan Elly. Dari pertemuan Yayasan Kita dan Buah Hati dengan puluhan ribu orangtua di 28 provinsi ketika seminar, pihaknya menemukan rata-rata hanya 10 persen dari para orangtua yang bisa menggunakan peralatan atau permainan canggih yang mereka belikan untuk anak-anak mereka.
Bahkan, belakangan ini banyak situs internet dengan nama yang tidak terkait dengan materi seks ternyata mengandung materi pornografi. Beberapa dari situs itu bahkan menggunakan nama tokoh kartun yang digemari anak-anak seperti Naruto, serta memakai istilah nama hewan seperti lalat atau nyamuk yang biasanya dibuka anak-anak itu ketika mengerjakan tugas sekolah.
Mereka umumnya tidak tahu dampak negatif video terhadap kerusakan otak anak. "Kita berada dalam kultur abai pada anak sendiri. Di sisi lain, kita semua belum menganggap bencana pornografi itu sama pentingnya dengan masalah flu burung, HIV/AIDS, narkoba, dan penyakit-penyakit menular lainnya," ujarnya.
Maka dari itu, ia mengajak agar para orangtua, baik ayah maupun ibu, lebih terlibat dalam pengasuhan anak-anak mereka sejak belia. Kurangnya peran ayah dalam pengasuhan anak pada usia dini, khususnya pada anak lelaki, mengakibatkan terputusnya jembatan komunikasi antara orangtua dan anak. Hal ini membuat banyak anak memilih mencari informasi dari luar rumah yang bisa jadi malah menjerumuskan mereka dalam dunia pornografi.
Pemerintah juga harus meningkatkan pengawasan terhadap peredaran materi pornografi, "Antara lain dengan membatasi atau memblokir situs-situs internet pornografi, menerapkan regulasi yang ketat terhadap video games, terutama yang mengandung materi tidak edukatif atau berbau pornografi," kata Elly. (kompas.com)
Demikian disampaikan Ketua Pelaksana Yayasan Kita dan Buah Hati Elly Risman dalam seminar bertema "Memahami Dahsyatnya Kerusakan Otak Anak akibat Kecanduan Pornografi dan Narkoba dari Tinjauan Kesehatan Intelegensia", Senin (2/3), di auditorium Departemen Kesehatan, Jakarta.
"Banyak orangtua tidak tahu harus berbuat apa ketika anaknya mogok sekolah, mulai kelas lima sekolah dasar sampai sekolah menengah atas karena main games tak henti-hentinya," kata Elly Risman. Hampir tiap hari ada saja berita tentang anak dan remaja berbuat mesum dan foto bugil yang ditayangkan, baik di televisi, maupun dinikmati rekan sebaya mereka.
Dalam Pertemuan Konselor Remaja Yayasan Kita dan Buah Hati dengan 1.625 siswa kelas IV-VI sekolah dasar wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi tahun 2008 terungkap, 66 persen dari mereka telah menyaksikan materi pornografi lewat berbagai media. Sebanyak 24 persen di antaranya lewat komik, 18 persen melalui games, 16 persen lewat situs porno, 14 persen melalui film, dan sisanya melalui VCD dan DVD, telepon seluler, majalah, dan koran.
Mereka umumnya menyaksikan materi pornografi itu karena iseng (27 persen), terbawa teman (10 persen), dan takut dibilang kuper (4 persen). Ternyata anak-anak itu melihat materi pornografi di rumah atau kamar pribadi (36 persen), rumah teman (12 persen), warung internet (18 persen), dan rental (3 persen). "Kalau kita jumlahkan, yang melihat di kamar pribadi dan di rumah teman, berarti satu dari dua anak melihatnya di rumah sendiri," ujarnya.
Adapun hasil survei yang dilakukan Komisi Nasional Perlindungan Anak terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar di Indonesia tahun 2007 menunjukkan, sebanyak 97 persen dari responden pernah menonton film porno, sebanyak 93,7 persen pernah ciuman, petting, dan oral sex, serta 62,7 persen remaja yang duduk di bangku sekolah menengah pertama pernah berhubungan intim, dan 21,2 persen siswi sekolah menengah umum pernah menggugurkan kandungan.
Kondisi ini terjadi karena mereka sudah terpapar pada pornografi sejak belia. Hal itu dikatakan Elly. Dari pertemuan Yayasan Kita dan Buah Hati dengan puluhan ribu orangtua di 28 provinsi ketika seminar, pihaknya menemukan rata-rata hanya 10 persen dari para orangtua yang bisa menggunakan peralatan atau permainan canggih yang mereka belikan untuk anak-anak mereka.
Bahkan, belakangan ini banyak situs internet dengan nama yang tidak terkait dengan materi seks ternyata mengandung materi pornografi. Beberapa dari situs itu bahkan menggunakan nama tokoh kartun yang digemari anak-anak seperti Naruto, serta memakai istilah nama hewan seperti lalat atau nyamuk yang biasanya dibuka anak-anak itu ketika mengerjakan tugas sekolah.
Mereka umumnya tidak tahu dampak negatif video terhadap kerusakan otak anak. "Kita berada dalam kultur abai pada anak sendiri. Di sisi lain, kita semua belum menganggap bencana pornografi itu sama pentingnya dengan masalah flu burung, HIV/AIDS, narkoba, dan penyakit-penyakit menular lainnya," ujarnya.
Maka dari itu, ia mengajak agar para orangtua, baik ayah maupun ibu, lebih terlibat dalam pengasuhan anak-anak mereka sejak belia. Kurangnya peran ayah dalam pengasuhan anak pada usia dini, khususnya pada anak lelaki, mengakibatkan terputusnya jembatan komunikasi antara orangtua dan anak. Hal ini membuat banyak anak memilih mencari informasi dari luar rumah yang bisa jadi malah menjerumuskan mereka dalam dunia pornografi.
Pemerintah juga harus meningkatkan pengawasan terhadap peredaran materi pornografi, "Antara lain dengan membatasi atau memblokir situs-situs internet pornografi, menerapkan regulasi yang ketat terhadap video games, terutama yang mengandung materi tidak edukatif atau berbau pornografi," kata Elly. (kompas.com)
Langganan:
Postingan (Atom)
Urgently Required Librarian Staff.
Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) is an emerging university, aspiring for excellent education with many stakeholders. We hereby would lik...
-
http://sosbud.kompasiana.com/2012/04/10/petisi-hentikan-tradisi-kebijakan-penempatan-pegawai-bermasalah-di-perpustakaan/ Untuk kedua kal...
-
sekilas tentang Library & Tape Dispatching Trans TV Library & Tape Dispatch Trans TV dengan Visi sebagai Library terbaik di bidang ...
-
INFO LOKER...DIBUTUHKAN SEGERA!! Best Regards, ARDIAN ARDA President of Rotaract Club Jakarta Metropolitan 2008-2009 Incoming CRR Jakarta A...